Dalam peninjauan tersebut, Sujiwo menyoroti keterbatasan sumber air sebagai salah satu kendala utama yang dihadapi petugas dalam upaya pemadaman karhutla di lapangan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan menempatkan mobil tangki, peralatan pendukung pemadaman serta tim relawan di tiga titik yang telah dipetakan.
“Karena sumber air di beberapa lokasi tidak ada, kita akan siapkan mobil tangki di tiga titik berikut peralatan dan tim relawan. Nanti pembagiannya kita koordinasikan dengan camat dan pihak-pihak yang memahami medan,” kata Sujiwo.
Menurutnya, penentuan lokasi prioritas harus dilakukan berdasarkan pemetaan kondisi lapangan. Pihak yang memahami karakteristik medan dinilai paling mengetahui titik mana yang membutuhkan dukungan lebih cepat.
“Pak Camat tolong diorkestrasi dan diarahkan. Yang tahu medannya nanti harus menentukan titik-titik mana yang menjadi prioritas,” ujarnya.
Sujiwo menegaskan, penanganan karhutla tidak dapat dibebankan kepada satu institusi saja. Pemerintah daerah terus menggerakkan kekuatan lintas sektor dengan melibatkan Forkopimda, Forkopimcam, TNI-Polri, perangkat daerah, relawan, pihak swasta, dunia usaha hingga masyarakat.
Ia memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berjibaku di lapangan untuk mengendalikan kebakaran.
“Terima kasih kepada TNI-Polri yang sudah luar biasa, relawan, swasta, pemerintah dan semua elemen yang sudah bersama-sama bekerja di lapangan,” ucapnya.
Di tengah kondisi yang cukup berat, Sujiwo meminta seluruh pihak tetap tenang dan tidak mudah panik. Menurutnya, situasi darurat membutuhkan kesabaran, ketenangan dan koordinasi yang kuat agar setiap langkah penanganan dapat berjalan efektif.
“Situasi seperti ini, pertama jangan terlalu panik. Yang kedua, kita banyak berdoa. Emosi pasti tinggi, tensi pasti tinggi, maka harus banyak bersabar,” pesannya.
Ia kembali menekankan pentingnya menyatukan seluruh kekuatan yang tersedia dalam menghadapi karhutla.
“Yang penting kita kolaborasi. TNI, Polri, pemerintah, swasta, pengusaha, semua pihak harus bersama-sama,” tegas Sujiwo.
Selain memastikan penanganan kebakaran berjalan maksimal, Sujiwo juga menaruh perhatian terhadap kondisi kesehatan personel dan relawan yang berada di garis depan.
Ia memastikan akan terus turun ke lapangan untuk mengoordinasikan penanganan karhutla sekaligus memaksimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.
Sujiwo juga berencana mengunjungi sejumlah posko penanganan karhutla, terutama posko yang ditempati personel TNI-Polri, relawan maupun pihak swasta.
Menurutnya, keselamatan dan kesehatan para petugas tidak boleh diabaikan. Mereka menghadapi berbagai risiko selama bertugas, mulai dari paparan asap pekat, suhu panas, kelelahan hingga beratnya medan yang harus dilalui.
“Mereka yang berada di lapangan harus kita jaga staminanya, kesehatannya, dan fisiknya. Kita akan support kebutuhan tambahan seperti susu, suplemen, dan vitamin C,” jelasnya.
Untuk memastikan kondisi personel tetap terjaga, Sujiwo meminta Dinas Kesehatan melakukan pemantauan kesehatan secara berkala terhadap seluruh relawan dan petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla.
“Pak Kadis Kesehatan, saya minta tolong ini menjadi perhatian secara berkala. Kesehatan relawan harga mati. Mereka harus diperhatikan dengan baik,” pintanya.
Sujiwo menegaskan kembali bahwa penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, relawan dan masyarakat menjadi kunci untuk mengendalikan kebakaran sekaligus mencegah dampaknya semakin meluas.
“Semua harus bergerak dan semua harus berkolaborasi,” pungkasnya.[SK]
