![]() |
| est Borneo Ambulance Driver Community (WBADC) Bertemu Pertamina, Bahas Kendala Pengisian BBM di SPBU. SUARALANDAK/SK |
Pertemuan yang berlangsung di Kopikoe, Jalan Sutoyo, Pontianak, Kamis (14/8/2026), tersebut menjadi ruang dialog untuk mencari solusi agar kebutuhan operasional ambulans yang melayani masyarakat tidak terkendala.
Ketua WBADC Ahmad Kamalludin mengatakan, pertemuan tersebut dihadiri delapan pengurus WBADC dan diterima langsung oleh perwakilan Pertamina, Budiman. Sejumlah persoalan teknis terkait pelayanan BBM ambulans dibahas dalam pertemuan tersebut.
“Alhamdulillah kami diterima dengan baik oleh Pak Budiman dari Pertamina. Ada beberapa poin penting yang menjadi perhatian bersama agar pelayanan ambulans kepada masyarakat tidak terkendala, khususnya terkait pengisian BBM,” ujar Ahmad dalam keterangan yang diterima Suarakalbar.co.id, Sabtu (15/8/2026).
Salah satu poin yang disepakati berkaitan dengan penggunaan barcode sebagai identitas kendaraan ambulans saat melakukan pengisian BBM di SPBU. Pertamina meminta setiap unit ambulans memiliki barcode sesuai ketentuan yang berlaku.
Apabila barcode yang dimiliki mengalami kendala atau tidak dapat digunakan saat pengisian, pemilik ambulans dapat melakukan proses ulang atau reset barcode melalui kantor Pertamina. Dalam proses tersebut, pemilik kendaraan diwajibkan membawa dokumen kendaraan berupa STNK dan BPKB.
Selain persoalan barcode, Pertamina juga berkomitmen menyampaikan surat maupun imbauan kepada seluruh SPBU agar memberikan pelayanan prioritas kepada ambulans yang melakukan pengisian BBM.
Prioritas tersebut diharapkan berlaku tanpa melihat kondisi ambulans, baik sedang membawa pasien maupun dalam keadaan kosong.
“Pertamina juga akan mengimbau SPBU agar tidak membedakan pelayanan terhadap ambulans, baik yang menggunakan pelat merah maupun pelat hitam. Semua ambulans yang menjalankan tugas kemanusiaan harus mendapatkan pelayanan yang sama,” tegas Ahmad.
Pertamina juga akan memberikan arahan kepada SPBU terkait pelayanan ambulans di luar jam operasional. Ambulans yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan maupun dalam perjalanan kembali ke pos diharapkan tetap memperoleh pelayanan pengisian BBM apabila memang dibutuhkan.
Menurut Ahmad, kesepahaman tersebut menjadi kabar positif bagi para pengemudi ambulans di Kalimantan Barat. Selama ini, berbagai kendala teknis di lapangan berpotensi menghambat kelancaran operasional ambulans dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Dengan adanya koordinasi langsung bersama Pertamina, WBADC berharap persoalan serupa dapat diminimalkan dan kebutuhan BBM ambulans dapat terpenuhi secara lebih optimal.
Ahmad juga meminta seluruh anggota WBADC untuk aktif melaporkan apabila menemukan kendala pelayanan BBM di lapangan. Setiap laporan diharapkan disertai foto atau video, kronologi kejadian, serta lokasi SPBU agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Jika ada masalah di lapangan, jangan langsung dipublikasikan ke media sosial. Sampaikan terlebih dahulu kepada ketua komunitas agar dapat diteruskan dan dikoordinasikan dengan pihak Pertamina untuk dicarikan solusi,” ujarnya.
Ia menegaskan, langkah tersebut bukan untuk menutup ruang kritik, melainkan agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi yang baik antara komunitas ambulans dengan pihak Pertamina.
WBADC berharap hasil pertemuan tersebut menjadi awal penguatan sinergi yang berkelanjutan antara pengemudi ambulans dan Pertamina. Dengan pelayanan BBM yang lebih mudah dan terkoordinasi, ambulans diharapkan dapat menjalankan tugas kemanusiaan secara cepat dan maksimal.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga komunikasi, memperkuat koordinasi, dan memastikan kebutuhan operasional ambulans yang melayani masyarakat Kalimantan Barat dapat terpenuhi.[SK]
