![]() |
| Tim gabungan Satgas Karhutla, saat memadamkan api belakang terminal bus antar kota dalam provinsi yang terletak di desa Sidomulyo Nanga Pinoh. SUARALANDAK/SK |
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB tersebut diketahui setelah petugas menerima laporan dari masyarakat terkait adanya titik api di kawasan tersebut.
Mendapat informasi itu, tim gabungan langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah api merambat ke area lain, khususnya permukiman warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Sejumlah armada pemadam milik Damkar swasta BSPBK Nanga Pinoh turut dikerahkan. Petugas bersama unsur Satgas Karhutla berjibaku memadamkan api hingga dilanjutkan dengan proses pendinginan guna memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
Penanganan di lapangan melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Taruna Siaga Bencana (TAGANA), BPBD Kabupaten Melawi, BSPBK Nanga Pinoh, Manggala Agni, Satpol PP, serta kepolisian.
Berkat respons cepat dan sinergi seluruh personel, kebakaran berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 21.40 WIB.
Kepala Bidang Kedaruratan Bencana dan Logistik BPBD Kabupaten Melawi, Rahmad Maulidin, mengapresiasi kesigapan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut.
Menurut Rahmad, kondisi karhutla di Kabupaten Melawi saat ini membutuhkan kewaspadaan tinggi mengingat laporan kebakaran lahan masih terus diterima dari berbagai wilayah.
“Hampir setiap hari ada kejadian karhutla yang kami terima laporannya dari masyarakat. Setiap ada laporan, kami langsung berkoordinasi dengan seluruh instansi yang tergabung dalam Satgas Karhutla Kabupaten Melawi untuk mengambil langkah penanganan bersama,” ujar Rahmad kepada Jurnalis Suara Kalbar, usai proses pemadaman di lokasi kejadian.
Ia menegaskan, koordinasi dan sinergi antarinstansi menjadi kunci dalam menghadapi ancaman karhutla. Kecepatan dalam merespons laporan dinilai sangat menentukan agar api tidak semakin meluas dan membahayakan masyarakat.
Rahmad mengatakan, perlindungan terhadap permukiman warga menjadi salah satu prioritas utama dalam setiap penanganan karhutla.
“Yang menjadi prioritas utama adalah bagaimana api tidak sampai mengancam permukiman warga. Karena itu, setiap laporan yang masuk segera kami tindak lanjuti bersama tim di lapangan,” katanya.
Selain mengandalkan kesiapsiagaan petugas, BPBD juga mengapresiasi peran masyarakat yang aktif melaporkan keberadaan titik api. Informasi yang disampaikan sedini mungkin sangat membantu petugas melakukan penanganan sebelum kebakaran berkembang menjadi lebih besar.
Kebakaran di belakang Terminal AKDP Nanga Pinoh tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama di tengah kondisi cuaca yang cenderung kering.
Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Jika menemukan titik api maupun kepulan asap, warga diminta segera melaporkannya kepada petugas atau aparat terdekat agar dapat segera ditangani.
Kecepatan laporan masyarakat dan respons petugas menjadi salah satu kunci untuk mencegah kebakaran meluas serta melindungi permukiman dan lingkungan dari dampak karhutla.[SK]
.jpeg)