|

Streaming Radio Suara Landak

PWI Ketapang Resmi Terbentuk, Kundori: Jadi Sejarah Baru Organisasi PWI di Kalbar

Ketua PWI Kalbar, Kundori. SUARALANDAK/SK
Pontianak (Suara Landak) – Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ketapang resmi terbentuk setelah melalui Rapat Pembentukan dan Konferensi PWI Kabupaten Ketapang. Pembentukan tersebut dinilai menjadi bagian dari sejarah baru perjalanan organisasi PWI di Kalimantan Barat.

Ketua PWI Provinsi Kalimantan Barat, Kundori, menyampaikan ucapan selamat atas terbentuknya kepengurusan PWI Kabupaten Ketapang. Ia mengatakan proses pembentukan tersebut telah dikoordinasikan dengan PWI Pusat dan dilaksanakan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

“Ini menjadi sejarah baru di Kalbar. PWI Kabupaten sudah terbentuk di dua kabupaten, Ketapang dan Sekadau,” ujar Kundori.

Menurutnya, kehadiran PWI Kabupaten Ketapang diharapkan tidak sekadar menjadi wadah organisasi, tetapi juga mampu mendorong peningkatan profesionalisme wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Kundori mengingatkan seluruh wartawan agar senantiasa berpegang teguh pada kode etik jurnalistik serta tidak ikut menyebarkan informasi yang tidak memenuhi prinsip-prinsip jurnalistik.

“Jalankan jurnalisme yang benar di Kabupaten Ketapang. Jangan ikut-ikutan menyebarkan yang bukan jurnalisme. Hal-hal yang sesuai dengan kode etik harus kita jaga bersama,” katanya.

Ia menegaskan, menjaga marwah organisasi merupakan tanggung jawab seluruh anggota. Hal itu harus diwujudkan melalui pelaksanaan profesi wartawan secara profesional, independen, dan bertanggung jawab.

Sekretaris PWI Kalimantan Barat, Jauhari Fatria, menjelaskan bahwa terdapat lima anggota PWI yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) PWI Kabupaten Ketapang dan memiliki hak mengikuti proses pembentukan kepengurusan.

Namun, dari lima anggota tersebut, hanya tiga orang yang hadir dalam rapat pembentukan dan konferensi.

Sebelum agenda konferensi dilanjutkan, forum terlebih dahulu menjelaskan mekanisme yang akan digunakan serta meminta persetujuan peserta yang hadir. Setelah mekanisme tersebut disepakati, rapat kemudian dilanjutkan ke tahapan konferensi.

“Sejatinya ada lima anggota PWI yang masuk dalam DPT Kabupaten Ketapang. Namun, dalam rapat hari ini hanya tiga orang dari lima anggota tersebut yang hadir,” jelas Jauhari.

Menurutnya, peserta yang hadir kemudian menyepakati untuk melanjutkan agenda melalui mekanisme konferensi. Seluruh tahapan dilaksanakan berdasarkan tata tertib yang telah disepakati bersama.

“Setelah kita menyampaikan mekanisme yang akan dijalankan dan mendapatkan persetujuan dari peserta yang hadir, forum sepakat melanjutkan agenda ke tahapan konferensi,” katanya.

Melalui proses konferensi tersebut, Supriadi akhirnya ditetapkan sebagai Ketua PWI Kabupaten Ketapang periode 2026-2029 secara aklamasi.

Forum juga menetapkan Supriadi, Agustiandi, dan Hadi Sudirmansyah sebagai tim formatur yang bertugas menyusun kepengurusan PWI Kabupaten Ketapang periode 2026-2029.

Jauhari menegaskan seluruh rangkaian konferensi dilaksanakan dengan mengedepankan musyawarah, suasana kekeluargaan, serta tetap menjaga marwah organisasi.

“Setelah seluruh tahapan konferensi selesai, hasilnya dituangkan dalam Berita Acara Konferensi sebagai dasar untuk proses administrasi dan pengesahan kepengurusan PWI Kabupaten Ketapang sesuai mekanisme organisasi,” ujarnya.

Dengan terbentuknya kepengurusan tersebut, PWI Kabupaten Ketapang diharapkan mampu menjadi rumah bersama bagi wartawan sekaligus memperkuat praktik jurnalistik yang profesional, beretika, dan bertanggung jawab di Kabupaten Ketapang.

Kehadiran kepengurusan baru ini juga diharapkan semakin memperluas peran PWI dalam meningkatkan kapasitas wartawan, menjaga kualitas pemberitaan, serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah melalui kerja-kerja jurnalistik yang berintegritas.[SK]

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini

 
Play