|

Streaming Radio Suara Landak

Pemadaman Karhutla Melawi Masih Berlangsung, Relawan Ingatkan Pentingnya Keselamatan Personel

 

Tim Tagana bersama damkar swasta BSPBK Nanga Pinoh saat berjibaku madamkan api disejumlah titik kebakaran. Tim relawan membutuhkan perlindungan masker standar dalam bertugas di lapangan. SUARALANDAK/SK
Melawi (Suara Landak) – Tim Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Melawi bersama sejumlah relawan masih berjibaku memadamkan kebakaran di sejumlah titik wilayah Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

Di tengah upaya mengendalikan kobaran api, keselamatan personel yang berada di lapangan menjadi perhatian. Kepulan asap pekat, suhu panas, bara api hingga medan yang sulit dapat meningkatkan risiko terhadap kesehatan dan keselamatan petugas maupun relawan.

Relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Melawi, Dedi Irawan, mengingatkan seluruh personel yang terlibat dalam penanganan karhutla agar tidak mengabaikan perlengkapan keselamatan selama menjalankan tugas.

Menurutnya, masker atau pelindung pernapasan menjadi salah satu perlengkapan utama yang wajib digunakan, terutama ketika petugas berada di lokasi dengan paparan asap tebal.

“Masker itu sangat penting bagi kami yang berada di lapangan. Asap yang pekat tentu bisa mengganggu pernapasan dan kesehatan. Karena itu, keselamatan personel harus menjadi perhatian utama,” ujar Dedi Irawan kepada jurnalis Suara Kalbar, Rabu (19/8/2026).

Dedi mengatakan perlindungan diri tidak cukup hanya dengan menggunakan masker. Personel di lapangan juga membutuhkan perlengkapan keselamatan lainnya, seperti helm, kacamata pelindung, sarung tangan, pakaian lengan panjang, sepatu atau boots keselamatan, serta perlengkapan pendukung lainnya.

Selain alat pelindung diri, ketersediaan air minum dan perlengkapan pertolongan pertama juga menjadi kebutuhan penting selama proses pemadaman.

Personel yang bekerja berjam-jam di tengah kondisi panas dan asap, menurut Dedi, rentan mengalami kelelahan hingga dehidrasi sehingga kondisi fisik harus terus diperhatikan.

“Jangan sampai karena fokus memadamkan api, keselamatan diri justru diabaikan. Kami di lapangan harus tetap memperhatikan kondisi tubuh dan menggunakan perlengkapan safety yang memadai,” katanya.

Dedi berharap dukungan terhadap relawan dan petugas pemadam yang berada di garis depan terus ditingkatkan. Dukungan tersebut, kata dia, tidak hanya berupa peralatan pemadaman, tetapi juga perlengkapan keselamatan untuk melindungi personel selama bertugas.

Menurutnya, para relawan dan petugas lapangan memiliki peran penting dalam mengendalikan karhutla. Karena itu, aspek keselamatan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap upaya pemadaman.

“Yang paling penting adalah kita bisa memadamkan api sekaligus memastikan seluruh personel pulang dalam kondisi selamat,” tegasnya.

Di sisi lain, Dedi mengajak masyarakat ikut berperan aktif dalam mencegah terjadinya karhutla. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api.

Ia menegaskan, penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, petugas pemadam maupun relawan. Upaya pencegahan membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.

“Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan agar kebakaran tidak semakin meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” pungkas Dedi.[SK]

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini

 
Play