| Kodim Sanggau saat turun padamkan Karhutla di Sanggau dan Sekadau.. SUARALANDAK/SK |
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat deteksi dini sekaligus memastikan setiap titik api yang muncul dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Dalam kegiatan tersebut, Kodim 1204/Sanggau mengerahkan 50 personel di bawah pimpinan Kapten Inf Abdul Azis Siregar. Kekuatan tersebut diperkuat 100 personel Yonif TP 833/BD yang dipimpin Letda Inf Tri Wibowo.
Ratusan personel tersebut disiagakan untuk melaksanakan patroli, pemantauan kondisi lapangan, hingga penanganan titik api yang terdeteksi di sejumlah wilayah.
Untuk mendukung pelaksanaan tugas, personel dibekali berbagai sarana penanganan karhutla. Peralatan yang dikerahkan meliputi tiga unit kendaraan pemadam kebakaran, satu kendaraan tangki air, empat unit truk, satu ambulans, 33 unit sepeda motor KLX/CRF, serta dua sepeda motor BNPB.
Selain itu, personel juga dilengkapi pompa jinjing, pompa berkapasitas 23 HP, water tank portable, alat pelindung diri (APD) karhutla, SCBA, handy talky (HT), hingga satu unit drone untuk membantu pemantauan kondisi dari udara.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, terdapat enam titik api yang terdeteksi di wilayah Kabupaten Sanggau dengan total luasan sekitar 2,5 hektare.
Dua titik di antaranya berada di Desa Semoncol, Kecamatan Balai, dengan luas sekitar 0,4 hektare. Kemudian dua titik lainnya ditemukan di Desa Balai Tinggi, Kecamatan Meliau, dengan luas sekitar 0,9 hektare.
Sementara dua titik api lainnya berada di Desa Cempedak, Kecamatan Tayan Hilir, dengan total luasan sekitar 1,2 hektare.
Pemantauan juga dilakukan di wilayah Kabupaten Sekadau. Dari hasil pengecekan, terdapat empat titik api dengan total luasan sekitar 2,9 hektare.
Satu titik berada di Desa Menawai, Kecamatan Belitang Hilir, dengan luas sekitar 0,8 hektare. Sedangkan tiga titik lainnya ditemukan di Desa Karang Betung, Kecamatan Nanga Mahap, dengan total luas sekitar 2,1 hektare.
Komandan Kodim 1204/Sanggau Letkol Inf Nurrachman Gindha Dradhizya menegaskan, kecepatan dalam mendeteksi dan menangani titik api menjadi faktor penting untuk mencegah karhutla berkembang semakin luas.
“Patroli dan pemantauan akan terus ditingkatkan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla, tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api,” tegasnya.
Menurutnya, penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan aparat. Keterlibatan pemerintah daerah, perangkat desa, perusahaan serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk memperkuat pencegahan dan mempercepat penanganan di lapangan.
“Sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat diperlukan untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah munculnya titik api baru,” tambahnya.
Kodim 1204/Sanggau memastikan pemantauan terhadap wilayah rawan karhutla akan terus dilakukan. Patroli juga menjadi bagian dari langkah antisipasi untuk mengetahui lebih awal apabila terdapat aktivitas maupun kondisi yang berpotensi memicu kebakaran.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah Kodim 1204/Sanggau terpantau aman dan terkendali.
Kodim 1204/Sanggau bersama unsur terkait berkomitmen melanjutkan pemantauan dan penanganan di lapangan guna mencegah meluasnya karhutla sekaligus menjaga keselamatan masyarakat serta kondisi lingkungan di Kabupaten Sanggau dan Sekadau[SK]