|

Streaming Radio Suara Landak

Karhutla Rasau Jaya 3 Makin Parah, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Tengah HUT ke-81 RI

Tim gabungan masih berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Rasau Jaya 3, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (17/8/2026). SUARALANDAK/SK
Kubu Raya (Suara Landak) – Tim gabungan masih berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Rasau Jaya 3, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (17/8/2026).

Upaya pemadaman dilakukan di tengah momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Kondisi kebakaran di lokasi dilaporkan cukup parah karena api telah merambat hingga ke bagian dalam lahan.

Kepala Regu Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) KPH Wilayah Kubu Raya, Florensius Loren, mengatakan kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama.

“Kondisi lapangan cukup parah, karena api sudah merambat ke dalam dan proses pemadamannya cukup lama,” kata Florensius saat ditemui di lokasi, Senin.

Menurut Florensius, cuaca panas menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi personel. Hujan memang sempat turun, namun intensitasnya belum merata sehingga belum mampu membantu pemadaman secara maksimal.

Bahkan, kondisi cuaca tersebut mulai berdampak pada kesehatan sejumlah anggota regu yang bertugas di lapangan.

“Sejauh ini kondisi regu Brigade KPH Kubu Raya ada yang mulai sakit karena kondisi cuaca yang cukup panas. Walaupun turun hujan, tetapi belum merata,” ujarnya.

Tak hanya faktor cuaca dan medan yang menyulitkan, keterbatasan peralatan turut menjadi tantangan dalam penanganan karhutla. Mesin pemadam yang digunakan tim disebut mulai mengalami penurunan kondisi akibat intensitas penggunaan yang tinggi.

“Sementara ini mesin yang kita gunakan sudah kurang stabil karena setiap hari digunakan,” ungkap Florensius.

Meski menghadapi berbagai kendala, tim gabungan tetap melanjutkan upaya pemadaman dan pendinginan. Petugas tidak hanya berupaya memadamkan api yang terlihat di permukaan, tetapi juga memastikan bara di dalam lahan benar-benar mati.

Langkah pendinginan menjadi penting karena api yang merambat ke bagian dalam lahan berpotensi kembali muncul meski permukaan terlihat telah padam. Petugas pun terus melakukan pemantauan terhadap area yang telah terbakar untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Kondisi karhutla di Rasau Jaya 3 menjadi perhatian karena kebakaran di lahan yang relatif kering dapat dengan cepat meluas, terlebih ketika cuaca panas dan hujan belum turun secara merata.

Tim gabungan saat ini masih melakukan pemadaman, pendinginan, serta pemantauan secara berkala guna mencegah api kembali menyala dan menjalar ke area lainnya.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Barat masih perlu ditingkatkan, terutama ketika kondisi cuaca panas dan lahan berada dalam keadaan kering.[SK]

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini

 
Play