|

Streaming Radio Suara Landak

Karhutla Melawi Meluas, 1.539 Hektare Lahan Terbakar dan 2.364 Hotspot Terdeteksi

Karhutla Melawi dalam Kondisi Darurat, Pemadaman Diperkuat di Sejumlah Wilayah. SUARALANDAK/SK
Melawi (Suara Landak) – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, terus diperkuat di tengah kondisi kemarau ekstrem. Pemerintah daerah bersama TNI/Polri, BPBD, Manggala Agni, perusahaan dan relawan masih berjibaku memadamkan sejumlah titik api yang belum sepenuhnya terkendali.

Salah satu perusahaan yang turut mengerahkan sumber daya dalam penanganan Karhutla adalah PT Rafi Kamajaya Abadi (RKA). Perusahaan bersama pemerintah daerah dan berbagai stakeholder melakukan pemadaman sekaligus upaya pencegahan agar api tidak semakin meluas.

General Manager Operasional PT RKA Kabupaten Melawi, Syed Mohd Norhisham, mengatakan pihaknya telah mengerahkan tim tanggap kebakaran untuk membantu menangani kebakaran yang terjadi di sejumlah area operasional perusahaan.

Menurut Hisham, kondisi cuaca ekstrem menjadi salah satu tantangan terbesar dalam proses pemadaman. Kondisi lahan yang sangat kering membuat api lebih mudah menyebar dan menyulitkan petugas dalam melakukan pengendalian.

“Anggota tanggap kebakaran kami bersama stakeholder terkait masih terus melakukan upaya pemadaman. Di samping upaya secara fisik, kami juga melakukan doa memohon hujan sebagai ikhtiar spiritual selain upaya lahiriah berupa pemadaman,” ujar Hisham, Kamis (27/8/2026).

Ia mengungkapkan, hingga saat ini masih terdapat kepulan asap dan sejumlah titik api di beberapa area perusahaan yang belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

Keterbatasan sumber daya manusia maupun peralatan operasional menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi petugas ketika melakukan pemadaman di lapangan.

Meski demikian, PT RKA bersama BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni dan komunitas relawan terus melakukan pemadaman serta pengendalian api untuk mencegah kebakaran meluas ke wilayah lainnya.

“Hingga saat ini upaya pemadaman masih terus dilakukan bersama instansi dan stakeholder terkait,” katanya.

Selain melakukan pemadaman, PT RKA juga mengambil langkah pencegahan untuk membatasi pergerakan api, terutama di wilayah Desa Nanga Kayan.

Perusahaan membangun sejumlah sekat bakar dengan mengerahkan enam unit ekskavator yang didatangkan dari luar, termasuk alat berat milik PT RKA.

Sekat bakar tersebut dibuat sebagai upaya memutus jalur penyebaran api sehingga kebakaran tidak mudah menjalar ke area lainnya.

“Sekat-sekat api telah dibuat untuk meminimalkan potensi penyebaran api, khususnya di wilayah Desa Nanga Kayan,” jelas Hisham.

Sementara itu, luas areal terdampak kebakaran di wilayah operasional perusahaan masih dalam proses pendataan oleh tim Geographic Information System (GIS) PT RKA.

Khusus di wilayah Desa Nanga Kayan, Hisham memperkirakan luas areal terdampak mencapai sekitar 662 hektare. Luasan tersebut mencakup areal desa maupun kawasan perusahaan.

Sementara itu, data BPBD Kabupaten Melawi menunjukkan tingginya intensitas Karhutla sepanjang musim kemarau 2026.

Berdasarkan laporan penanganan Karhutla per 26 Agustus 2026, tercatat 28 kejadian dengan estimasi total luas area terbakar mencapai 1.539,35 hektare.

Selain itu, sebanyak 2.364 titik panas (hotspot) terdeteksi tersebar di sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Melawi.

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Melawi menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Asap.

Kepala BPBD Kabupaten Melawi, Daniel, mengatakan penanganan masih menjadi tantangan lantaran sejumlah titik api belum sepenuhnya dapat dipadamkan.

Beberapa lokasi yang masih menjadi perhatian petugas berada di Desa Nanga Kayan, Kecamatan Nanga Pinoh, serta Desa Batu Nanta, Kecamatan Belimbing.

Berdasarkan data sebaran Karhutla, Kecamatan Nanga Pinoh menjadi wilayah dengan jumlah kejadian sekaligus luas area terdampak terbesar. Tercatat 22 lokasi dengan total luas area terbakar mencapai 702,55 hektare.

Kecamatan Belimbing berada di urutan berikutnya dengan luas area terdampak sekitar 408 hektare.

Sejumlah desa bahkan mengalami kebakaran dengan luasan cukup signifikan. Desa Nanga Kayan tercatat mencapai sekitar 523 hektare, Desa Beloyang, Kecamatan Belimbing Hulu, sekitar 200 hektare, sedangkan Desa Batu Nanta mencapai 176 hektare.

“Untuk mencegah meluasnya dampak bencana asap, BPBD Kabupaten Melawi bersama Satuan Tugas (Satgas) Gabungan yang melibatkan TNI/Polri, relawan, dan masyarakat terus mengintensifkan upaya penanggulangan Karhutla,” ujar Daniel, Kamis (27/8/2026).

Daniel menjelaskan, penanganan Karhutla dilakukan melalui berbagai langkah, mulai dari patroli rutin di wilayah rawan, respons cepat terhadap titik api, penguatan koordinasi lintas sektor hingga penyisiran pascapemadaman atau mopping up.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala dan memicu kebakaran baru.

Di tengah kemarau yang masih berlangsung, sinergi antara pemerintah, perusahaan, aparat keamanan, relawan dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengendalikan Karhutla.

PT RKA memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder akan terus dilakukan untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus membatasi penyebaran api di wilayah terdampak.

Upaya tersebut diharapkan dapat menekan meluasnya kebakaran dan dampak asap terhadap masyarakat, sekaligus mempercepat pemulihan kondisi di wilayah yang terdampak Karhutla.[SK]

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini

 
Play