Menurut Ria Norsan, semangat masyarakat mengikuti berbagai kegiatan GMD menjadi bukti bahwa pembangunan desa tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan fisik. Lebih dari itu, pembangunan juga harus mampu memperkuat kebersamaan, kekeluargaan, persatuan, serta budaya gotong royong di tengah masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat Serimbu. Saya melihat sendiri bagaimana masyarakat dari berbagai desa berkumpul, berolahraga bersama, bergembira, dan menjaga kebersamaan. Inilah semangat yang ingin kita tumbuhkan melalui Gema Membangun Desa,” ujar Ria Norsan.
Ia menjelaskan, program GMD merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat sekaligus mendorong pembangunan yang berawal dari desa.
Ria Norsan menegaskan, kemajuan desa tidak cukup hanya diukur dari tersedianya jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, sarana pendidikan maupun berbagai infrastruktur lainnya. Pembangunan sumber daya manusia serta penguatan kehidupan sosial masyarakat juga menjadi fondasi penting dalam mewujudkan desa yang maju dan mandiri.
“Pembangunan tidak cukup hanya dengan membangun jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur lainnya. Kita juga harus membangun semangat masyarakatnya. Kalau masyarakat kompak, gotong royong dan saling mendukung, saya yakin desa akan semakin maju dan Kalimantan Barat juga akan semakin maju,” katanya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Gubernur juga memberikan apresiasi terhadap berbagai olahraga rakyat yang melibatkan masyarakat. Menurutnya, kegiatan olahraga tidak hanya bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan kebugaran, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga.
“Yang paling penting bukan siapa yang menang atau kalah. Yang penting kita bersilaturahmi, menjaga kesehatan dan membangun kekompakan. Ini adalah modal sosial yang sangat penting dalam membangun daerah,” tuturnya.
Ia berharap semangat kebersamaan yang tercipta selama pelaksanaan GMD di Serimbu tidak berhenti setelah rangkaian kegiatan berakhir. Kekompakan dan partisipasi masyarakat tersebut diharapkan terus menjadi kekuatan dalam mendukung berbagai program pembangunan di Kabupaten Landak maupun Kalimantan Barat.
Ria Norsan pun mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, meningkatkan partisipasi dalam pembangunan, serta mempertahankan nilai-nilai gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat di tingkat desa.
“Dengan kebersamaan, persatuan dan semangat gotong royong, kita optimistis dapat mewujudkan desa yang semakin maju, mandiri dan sejahtera,” pungkasnya.[SK]
