![]() |
| Foto : personel polsek Nanga Pinoh lakukan ground check di desa merpak. SUARALANDAK/SK |
Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Kapolres Melawi AKBP Askhabul Kahfi kepada seluruh jajaran polsek untuk bergerak cepat memastikan kondisi di lapangan sekaligus mengambil tindakan terhadap titik api yang ditemukan.
Kapolres Melawi AKBP Askhabul Kahfi melalui Kapolsek Kota Nanga Pinoh IPTU Jamidi mengatakan, hasil pengecekan langsung menunjukkan terdapat delapan titik api yang tersebar di wilayah Kecamatan Pinoh Utara.
Delapan titik tersebut berada di Desa Merpak dan Desa Engkurai.
“Dari hasil ground check, terdapat delapan titik api yang tersebar di wilayah Kecamatan Pinoh Utara, tepatnya di Desa Merpak dan Desa Engkurai,” ungkap Jamidi kepada SuaraKalbar.co.id, Sabtu (22/8/2026).
Jamidi menjelaskan, seluruh lokasi yang dilakukan pengecekan merupakan lahan dengan jenis tanah mineral. Petugas kemudian melakukan upaya pemadaman menggunakan peralatan yang tersedia di lapangan.
“Petugas juga telah melakukan upaya pemadaman menggunakan peralatan yang tersedia di lapangan,” jelasnya.
Namun, proses penanganan karhutla di sejumlah lokasi tersebut menghadapi berbagai kendala. Lokasi kebakaran yang cukup jauh dari permukiman menjadi salah satu tantangan bagi personel untuk menjangkau titik api.
Kondisi medan juga menyulitkan proses pemadaman. Sejumlah akses menuju lokasi berupa jalan tanah dengan kondisi berbukit sehingga mobilitas petugas dan peralatan menjadi terbatas.
Tidak hanya itu, keterbatasan peralatan pemadaman serta minimnya sumber air di sekitar lokasi turut menjadi hambatan dalam upaya mengendalikan api.
Meski menghadapi berbagai kendala, personel tetap mendatangi langsung titik api untuk memastikan kondisi kebakaran sekaligus melakukan pemadaman agar api tidak meluas.
Petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan serta mendokumentasikan kondisi di lapangan sebagai bagian dari proses pemantauan dan penanganan karhutla.
Polres Melawi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca kering yang membuat potensi kebakaran semakin tinggi.
Masyarakat diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan, terutama pada kawasan kering yang jauh dari sumber air.
Kapolsek Kota Nanga Pinoh IPTU Jamidi juga mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kebakaran lahan.
“Kami mengimbau dan mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran lahan, sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum api meluas,” harap Jamidi.
Jajaran Polsek Nanga Pinoh memastikan pemantauan terhadap wilayah rawan karhutla akan terus dilakukan. Respons cepat dan partisipasi masyarakat diharapkan dapat mencegah titik api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas serta mengancam lingkungan dan permukiman warga.[SK]
