![]() |
| BKO Brimob Polri Padamkan Karhutla di Desa Pelang KM 10 Ketapang. SUARALANDAK/SK |
Dalam operasi tersebut, personel BKO Brimob dilengkapi sejumlah peralatan pemadam, yakni satu unit mesin Robin, dua kendaraan roda empat (R4), serta empat set selang pemadam dengan panjang masing-masing 30 meter.
Petugas melakukan pemadaman sekaligus pembasahan di area yang terdampak kebakaran. Pembasahan dilakukan untuk memastikan bara api benar-benar padam serta mengantisipasi munculnya kembali titik api yang dapat memicu kebakaran meluas.
Namun, upaya pemadaman di lapangan tidak berlangsung mudah. Petugas menghadapi kendala berupa terbatasnya sumber air di sekitar lokasi kebakaran.
Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat personel. Dengan peralatan dan sumber daya yang tersedia, petugas tetap berupaya maksimal mengendalikan api dan melakukan pembasahan pada lahan yang telah terbakar.
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris melalui Kapolsek Matan Hilir Selatan AKP Sigunari mengatakan, proses pemadaman yang dilakukan personel BKO Brimob berjalan aman dan terkendali.
“Pemadaman Karhutla yang dilaksanakan oleh rekan-rekan BKO Brimob di lokasi Desa Pelang KM 10 berjalan dengan aman dan terkendali. Meskipun terdapat kendala terkait sumber air, personel tetap melaksanakan upaya pemadaman dan pembasahan secara maksimal,” ujar AKP Sigunari.
Ia menegaskan, penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan dan sinergi berbagai unsur. Di lapangan, personel BKO Brimob bersama BPBD, TNI, Manggala Agni, serta para relawan bahu-membahu melakukan pemadaman.
“Personel akan terus berjibaku bersama seluruh tim yang berada di lapangan untuk melakukan pemadaman dan pembasahan. Sinergi dan kerja sama seluruh pihak sangat diperlukan untuk mencegah api meluas serta memastikan kondisi di lokasi tetap aman dan terkendali,” katanya.
Setelah proses pemadaman dilakukan, personel gabungan tidak langsung meninggalkan lokasi. Pemantauan tetap dilaksanakan di sekitar area terdampak guna mengantisipasi munculnya kembali titik api atau bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Polres Ketapang bersama seluruh unsur terkait pun menegaskan komitmennya untuk melakukan penanganan Karhutla secara cepat, terpadu dan berkelanjutan.
Di sisi lain, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. Terlebih, kondisi cuaca yang panas dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya Karhutla.
Upaya pencegahan sejak dini dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah kebakaran meluas dan menjaga keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan.[SK]
