![]() |
| Respons Cepat Karhutla, Babinsa Koramil 1210-07/Air Besar Turun Langsung Padamkan Api. SUARALANDAK/SK |
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menyusul terdeteksinya sejumlah titik panas di wilayah Kecamatan Air Besar dan Kecamatan Kuala Behe.
Berdasarkan hasil pemantauan, terdapat 19 titik hotspot dengan klasifikasi sedang di Kabupaten Landak. Dari jumlah tersebut, 17 titik berada di Kecamatan Air Besar, sedangkan dua titik lainnya terdeteksi di Kecamatan Kuala Behe.
Di Kecamatan Air Besar, titik panas tersebar di sejumlah desa. Rinciannya, satu titik berada di Desa Jambu, enam titik di Desa Sekendal, satu titik di Desa Sepangah, enam titik di Desa Semuntik, satu titik di Desa Parek, satu titik di Desa Nyari, dan satu titik di Desa Merayuh.
Sementara di Kecamatan Kuala Behe, masing-masing satu titik hotspot terdeteksi di Desa Nyayum dan Desa Kuala Behe.
Menindaklanjuti temuan tersebut, personel TNI bersama unsur terkait langsung bergerak melakukan patroli dan pengecekan lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lokasi titik panas sekaligus mengambil tindakan cepat apabila ditemukan api yang berpotensi meluas.
Dalam kegiatan tersebut, empat personel TNI bersama satu relawan diterjunkan ke lapangan. Untuk mendukung mobilitas dan komunikasi, petugas menggunakan dua unit kendaraan roda dua serta satu unit handy talky (HT).
Patroli tidak hanya dilakukan pada titik yang terdeteksi, tetapi juga menyasar kawasan lain yang dinilai rawan terjadi kebakaran. Babinsa melakukan penyisiran sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan.
Masyarakat diingatkan agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Terlebih, kondisi cuaca kering dapat membuat api dengan cepat menjalar dan sulit dikendalikan.
Respons cepat menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Setiap informasi mengenai titik panas perlu segera ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung untuk memastikan apakah terdapat api atau hanya anomali panas yang terdeteksi oleh sistem pemantauan.
Babinsa Koramil 1210-07/Air Besar menegaskan, jajaran TNI akan terus membantu masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla sekaligus menjaga kondisi lingkungan agar tidak terdampak kebakaran yang lebih luas.
Patroli dan pemantauan juga akan terus ditingkatkan sebagai bentuk kesiapsiagaan Kodim 1210/Landak, terutama di wilayah yang memiliki potensi karhutla cukup tinggi.
“Respons cepat, cegah api meluas. Babinsa hadir di tengah masyarakat untuk bersama-sama mencegah dan menangani karhutla,” tegasnya.
Jajaran TNI juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam pencegahan karhutla dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api, kepulan asap, maupun aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran.[SK]
