Ketapang (Suara Landak) – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Barat, Irjen Pol Pipit Rismanto, mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan anarkis dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Pesan itu disampaikannya dalam Forum Silaturahmi dan Diskusi bersama Forkopimda, mahasiswa, dan elemen masyarakat yang digelar secara daring oleh Polda Kalbar, Jumat (19/9/2025).
Kapolda Kalbar, Irjen Pol Pipit Rismanto pada Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Kapuas 2025 pada Kamis (20/3/2025).SUARALANDAK/SK
“Jangan melempari provos. Mereka bertugas mengawasi personel polisi di lapangan saat mengawal aksi massa,” tegas Pipit.
Ia juga meminta agar masyarakat tidak mengganggu tugas polisi lalu lintas. Menurutnya, peran polisi lalu lintas bukan untuk menghadapi massa, melainkan memastikan hak penyampaian aspirasi tidak berbenturan dengan hak pengguna jalan.
“Polisi lalu lintas itu jangan diganggu. Mereka menjaga arus lalu lintas agar tetap lancar,” ujarnya.
Kapolda turut menekankan pentingnya menghormati ambulans, baik milik kepolisian maupun rumah sakit. “Kalau ada yang menghalangi kerja ambulans di lapangan, itu termasuk pelanggaran berat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pipit menjelaskan bahwa demokrasi memberikan ruang bagi masyarakat untuk berserikat, berkumpul, dan menyampaikan aspirasi. Namun, kebebasan tersebut tetap memiliki batasan.
“Silakan berpendapat di muka umum, polisi akan menjadi mitra yang baik dan mengawal penyampaian aspirasi. Tapi kalau niatnya sudah menjadikan polisi sebagai lawan, maka ada dua kemungkinan, orang ini adalah penjahat atau harus ditindak sesuai aturan,” katanya.
Menurutnya, tindakan represif hanya dilakukan jika benar-benar diperlukan dan tetap terukur. “Kalau ada perkumpulan yang anarkis tanpa pemberitahuan, itu bisa dibubarkan. Tahapannya mulai dari negosiasi hingga, bila diperlukan, tindakan tegas sesuai aturan,” jelas Pipit.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga suasana kondusif dan saling menghormati hak sesama. “Mari kita sama-sama menjaga suasana demokrasi yang damai, menghargai hak orang lain, termasuk penggunaan fasilitas umum,” tutupnya.
Kegiatan bertema “Membangun Demokrasi yang Inklusif dan Berkeadilan demi Terciptanya Harmonisasi di Bumi Khatulistiwa” ini merupakan bagian dari program Jumat Curhat Polda Kalbar yang bertujuan menyerap aspirasi masyarakat. Seluruh Polres jajaran se-Kalbar mengikuti acara tersebut melalui zoom meeting.[SK]