Mandor (Suara Landak) - Ritual Tolak Bala merupakan acara ritual adat dayak kanayatn untuk mencegah atau mengusir roh roh jahat yang dapat mengganggu ketertiban, ketentraman dan keamanan di lingkungan.
Dalam acara yang diselengarakan oleh tiga desa yakni Ngarak Kecamatan Mandor, Desa Dema dan Desa Pak Bulu Kecamatan Anjongan tersebut terlihat sejumlah personil Polri dan TNI ikut serta mangamankan jalannya ritual adat tersebut yang diselenggarakan di Tugu Batas Kabupaten Landak dan Mempawah pada Rabu (4/7) sore.
"Mengingat ritual tersebut dilakukan ditepi jalan raya yang dihadiri masyarakat dan muspika dari dua kabupaten, Saya bersama personil saya dan BKO Polda Kalbar yang di pimpin IPDA Dhori Prabowo serta Koramil Mandor serta personilnya memberikan pengamanan agar pelaksanaan dapat berjalan aman dan lancar," tutur Kapolsek Mandor Iptu Anuar Syarifudin yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut.
Kapolsek menjelaskan kegiatan ini di hadiri oleh muspika dari dua kecamatan berbeda yaitu Kecamatan Mandor Dan Kecamatan Anjongan.
Kapolsek menghimbau pada masyarakat yang hadir untuk selalu menjaga situasi keamanan pasca pilgub kalbar baik itu dilingkungan rumah maupun dilingkungan desanya.
"Dengan adanya ritual adat ini berarti seluruh masyarakat yang hadir dapat memberikan pemahaman pada masyarakat lainnya agar menjaga keamanan dan menolak segala bentuk provokasi yang dapat memecah bela persatuan dan kesatuan bangsa,"pinta Kapolsek.
Kapolsek mengaharapkan dengan adanya kegiatan ini situasi wilayah hukum Polsek Mandor tetap terjaga dengan baik dan tercipta situasi yang aman dan kondusif hingga penetapan calon gubernur terpilih nantinya.
Penulis : Hilarius Aleksander
Editor: Kundori
