Hadir dalam kegiatan ritual adat tersebut, Camat Sengah Temila Ursus, Kapolsek Sengah Temila Iptu Sujiyanto, Danramil Pahauman Koptu Hendro P, Danru BKO Polda Kalbar Iptu Ujang Suganda, Ketua DAD Sengah Temila, Alamin, Ketua Koordinator DAD Kecamatan Sengah Temila, Albinus Beben, para tokoh adat, masyarakat, pemuda dan agama Desa Pahauman serta masyarakat.
Menurut ketua koordinator DAD Kecamatan Sengah Temila, Albinus Beben mengatakan, digelarnya ritual adat tolak bala itu bertujuan untuk Menolak Balis (Setan) supaya Talino (manusia) tidak dirasuki oleh roh-roh jahat yang dapat menimbulkan bentrok fisik.
"Apalagi dengan adanya berita yang saat ini sedang berkembang, tetapi berita itu belum tentu benar atau isu yang memprovokasi dan dapat menimbulkan pertikaian di antara kita," ujarnya.
Dikatakannya, upacara adat tolak bala masih sangat kental dilakukan oleh suku Dayak Kanayatn khususnya di Kecamatan Sengah Temila.
"Upacara adat ini terus kita pertahankan, " ucapnya.
Sementara itu, Kapolsek Sengah Temila Iptu Sujiyanto mengatakan, kegiatan upacara adat tersebut pantas dilestarikan. Apapun bentuknya, yang penting upacara adat itu ada makna pelestarian adat istiadat.
"Adat istiadat ini wujud dari kebudayaan kita dan ada usur-unsur positifnya. Diantaranya, sistem religi atau kepercayaan agama, sistem ilmu pengetahuan, sistem kemasyarakatan atau kekerabatan," jelas Sujiyanto.
Kapolsek juga menyampaikan, ia selama ini selalu hadir setiap kegiatan ritual adat yang dilaksanakan warga Kecamatan Sengah Temila. Oleh sebab itu, kegiatan adat wajib dilestarikan sepanjang tidak ada unsur negatifnya.
"Upacara adat pada dasarnya merupakan bentuk perilaku masyarakat yang menunjukan kesadaran terhadap masa lalunya. Melalui upacara, kita dapat melacak tentang asal usul, baik itu tempat, tokoh, sesuatu benda dan kejadian alam," katanya.
Selama kegiatan ritual adat itu berlangsung, tampak pengamanan dari personel Polsek Sengah Temila, BKO Polda Kalbar dan anggota TNI. Kegiatan ritual adat tersebut dapat berjalan dengan aman dan lancar.
Penulis: Andre Eka Perdana
Editor: Kundori
