Menyuke (Suara Landak) - Anggota polsek Menyuke polres Landak yang melaksanakan pengawalan dan pengamanan TPS pilkada gubernur dan wakil gubernur Kalbar 2018 di desa Gamang kecamatan Banyuke Hulu kabupaten Landak, yang jarak tempuhnya sekitar 2 sampai 3 jam menggunakan kendaraan R2 dari kecamatan polsek Menyuke menuju desa Gamang, Rabu (27/6).
Kisah dramatis proses pendistribusian kotak suara pilkada serentak 2018 ke dusun terpencil yang dialami Brigadir Polinus dan Brigadir Miro, bersama kepala desa, anggota linmas dan PPS desa Gamang.
Kedua polisi mengawal dan mengantar kotak suara dari desa Gamang menuju kantor PPK Banyuke hulu di Simpang Tiga desa Untang yang berjarak 30 Km menbutuhkan waktu 1,7 jam perjalanan.
Lokasinya dusun Gamang, dusun Buluh dan dusun Limo desa Gamang tersebut memang terpencil, melintasi hutan dan gunung, perjuangan yang luar biasa untuk bisa sampai di TPS yang pada saat itu hujan lebat.
Pengantar harus melintasi beberapa sungai yang menghubungkan dusun dengan dusun tetangga, jalurnya pun memprihatinkan.
Alat transfortasi yang bisa digunakan hanya kendaraan sepeda motor dan jaringan internet tidak ada, susah untuk melaporkan hasil situasi di desa, hanya motor roda dua yang bisa melintas, bila hujan jalan menjadi bak kubangan, dan petugas yang mengawal pun berjibaku menembus jalan berlumpur dan licin.
"Kalau hujan lebih parah dan anggota harus berjuang keras dengan penuh resiko, tapi ini tugas, tanggungjawab," terang kapolsek Menyuke IPTU R. Dolok Saribu.
Penulis : Ewaldus Leo
Editor: Rizki Mahardika
