Konfercab yang digelar di SDN 02 Kuala Behe dengan tema, “Aktualisasi Perjuangan PGRI Mewujudkan Pendidikan Berbasis Mutu melalui Guru Profesional, Sejahtera, Terlindungi dan Bermartabat untuk Membangun Karakter Bangsa”.
Wakil Ketua PGRI Landak, Endang Selfafaunus dalam sambutannya menyampaikan apresiasi positif terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, Konfercab termasuk bentuk komitmen PGRI Cabang Kuala Behe.
“PGRI sebagai organisasi yang membela kepentingan guru di seluruh Indonesia, baik PNS maupun guru honorer, sudah semestinya menjadi organisasi utama bagi para guru,” ujarnya saat pembukaan Konfercab.
Sekcam Kuala Behe Sumijo menegaskan, setelah kepengurusan PGRI cabang terbentuk agar dapat segera melakukan kegiatan produktif sesuai bidangnya.
“Tentunya sesuai komitmen bersama seluruh lembaga untuk meningkatkan produktivitas menuju masyarakat yang sehat, cerdas, produktif dan bahagia,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolsek Kuala Behe Ipda Supardi menjelaskan bahwa harus berhati-hati dan cermat dalam menggunakan dana BOS. Jangan sampai tertangkap tangan oleh Tim Saber Pungli yang telah lama dibentuk di kabupaten Landak.
Program pemerintahan pada saat ini yakni Wajib belajar 9 tahun gratis hal itu hendaknya dapat bersama-sama di pahami SD selama 6 tahun hingga ditambah SLTP selama 3 tahun hendaknya benar-benar bebas biaya.
"Untuk itu jika terdapat pungutan-pungutan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang seharusnya, maka hal demikian dapat disebut perbuatan PUNGLI dan dapat di proses secara hukum pidana," jelas Kapolsek.
Penulis: rilis
Editor: Kundori
